Kamis, 20 November 2008
Jangan Peduli
Award




Ok, untuk pertama kalinya gw dapet award.. dan beruntungnya, yang gua dapet bukan cuma satu.. tapi sepaket award..
Whew.. Gak rugi gw bertandang secara rutin ke rumah Freak




Minggu, 16 November 2008
5 think
Kamis, 13 November 2008

Dengan kekuatan yang besar, timbul tanggung jawab yang besar. With great power, come great responsibility.
...
...
...
Eh salah, maksud gua, ‘Kadang imajinasi, harapan, serta kekhawatiran bisa menjadi lebih nyata dibanding kenyataan itu sendiri.’
Tangkuban Parahu, sebuah legenda tentang cinta terlarang yang mengambil gunung ini sebagai klimaks masih sering terdengar, dan masih terus diceritakan secara turun temurun oleh keluarga-keluarga di tanah nusantara. Dan dengan baju kemeja necis, sendal khusus untuk ke undangan, dan jam tangan yang sekarang uda ilang, aku mengunjungi Tangkuban Parahu yang menawan ini.
Niat awalnya sih, cuma liat-liat kawah doang. Cuma jadi wisatawan kayak lansia yang cuma numpang nebeng di depan kawah terus foto-foto sama keluarga, liat-liat cinderamata unik terus tawar menawar sama tukang dagang yang kelamaan digunung sampe-sampe ga tahu harga barang-barang yang mereka jual di pasaran dunia nyata, ga tau bahwa ISHG yang rontok telah membawa deflasi maksimum pada barang-barang jualan mereka, ga tau bahwa tanggal kadaluarsa barang yang mereka jual itu tinggal beberapa detik lagi, dst.. dst..
Setelah sepuluh menit berjalan di jalan utama, gw bosen juga.. ‘garing amat ni gunung,’ celetuk gw dalem hati. Pasalnya, jalan utama TP ini terlalu mulus untuk sebuah gunung, ga ada suasana advent-nya sama sekali. Akhirnya selama 10 menit berikutnya, gw jalan sambil nyanyi-nyanyi lagu Quen,
I’m a shooting star.. leaping to the sky.. Like a Tiger, defyning the law of gravity..
A racing car, passing by.. Like lady Godiva.. I’m gonna go.. go.. no one’s stoping me..
Dengen pe-denya gw terus nyanyi, padahal jalan disitu masih banyak orang. Orang-orang itu menatap gw selagi gw terus bernyanyi, entah tatapan kagum, tatapan heran, atau tatapan kasian.. ‘kasian.. ganteng-ganteng ko gila..’ mungkin itu pikiran mereka. Adik gw nutupin mukanya dan jalan 10 meter dibelakang gw, pura-pura gak kenal ama gw. Ah, peduli amat.. namanya juga gunung TP, gunung Tebar Pesona.
Beberapa menit kemudian, setelah lelah menyanyi, tekstur jalan mulai berubah. Jalan yang tadi sengaja di-batu-i kini hanya berupa tanah yang tidak diratakan. Di kiri dan kanan jalan pun, entah sejak kapan, telah berubah menjadi hutan. Kawah tidak lagi tampak batang hidungnya.
Pohon. Pohon. Pohon lagi. Disetiap belokan gw berharap pohon-pohon ini menipis dan pemandangan kembali berubah menjadi pemandangan kawah.
Takut. Setiap langkah terasa semakin masuk kedalam hutan dan meninggalkan TP. Suasana mistis-mistisan mulai terasa.
Deg.. Deg.. nyasar bukan sih.. kayaknya nyasar deh.. pikiran-pikiran itu menghantui gua. Apalagi, sekarang udah ga ada orang lagi selain gw dan adik gw. Bunyi-bunyian hutan yang menyeramkan dan jeritan siamang yang sekali-kali terdengar membuat bulu kuduk berdiri. Ini hutan.. Gw bukan di TP lagi.. Gw nyasar ke ujungkulon..
Hutan yang masih steril dan alami menyumbangkan imajinasi-imajinasi buruk. Seperti harimau yang tiba-tiba menerkam dari belakang, sesosok hantu hutan yang berusaha memakan gw, Legolas yang berusaha memanah gw untuk merebut gelar cowo paling cool sekelas, dan banyak lagi pikiran-pikiran buruk yang menghantui. Bahkan, aura adik gw terasa terus menipis, rasanya seperti benar-benar sendirian.
soundtrack lama film flame of recca.. ^-^
Selasa, 11 November 2008
Nyatakah kenyataan?
Disebuah negara timur modern, dimana realita adalah segalanya, ada seorang pegawai yang namanya Chang (bukan nama sebenarnya.. bukan gw mau nutupin identitas dia, tapi gw lupa nama sebenernya T_T). Chang merupakan seorang pegawai di sebuah pabrik balok es. Dia tipikal orang timur kebanyakan. Pekerja keras, workaholic, dan sangat giat bekerja. (Eh, itu sama ya??)
Suatu hari, setelah diputuskan oleh dewan yang terkait, lokasi kerja pabrik balok es tersebut dipindahkan. Chang dan pegawai-pegawai setingkatnya ditugaskan untuk membawa hardware-hardware pabrik dari lokasi lama ke lokasi baru (Hardware-hardware balok es itu kaya gimana ya? Yang kebayang sama gw tu pinguin, beruang kutub, santa clauss, dan lain-lain). Dengan semangat dan ceria layaknya anak es-de yang girang bukan main karena diperintahkan melakukan operasi semut (tanpa tahu bahwa operasi semut itu sama saja dengan kerja paksa/bakti yang dilakukan semua siswa untuk mengajarkan anak-anak ingusan itu betapa kerja sama yang baik dapat menghemat dana operasional sekolah), Chang pun mengerjakan tugas ini. Chang menggiring pinguin-pinguin, santa clauss, dan beruang kutub-beruang kutub yang dipertanyakan itu ke tempat kerja baru mereka.
Namun naas bagi Chang, ketika Chang sedang berada didalam lemari pendingin raksasa, rekan kerja Chang mengunci lemari pendingin itu. Bagi yang belum tau, definisi mengunci adalah upaya seseorang agar tidak ada mahluk apapun, baik gaib maupun nyata, yang bisa keluar masuk objek yang dikunci. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa tidak ada orang yang dapat keluar dari lemari pendingin itu, termasuk Chang.
Chang tentu panik, tidak ada jalan keluar dari lemari pendingin itu, dan suhu didalam lemari pendingin itu bila sedang beroperasi adalah -20 derajat celcius. Estimasi kemungkinan waktu yang dibutuhkan seseorang untuk menyadari bahwa Chang tidak ada dan kemudian mencari serta menemukan Chang adalah 24 jam, waktu yang cukup untuk membuat Chang mati kedinginan didalam lemari terkutuk itu. Dan Chang sepenuhnya yakin, bahwa saat-saat terakhirnya tiba.
Tidak ada keajaiban, tidak ada pahlawan, tidak ada kebetulan. Seperti yang telah diduga, Chang kemudian mati kedinginan. Beberapa jam setelah Chang merenggang nyawa dalam dingin, seseorang menemukan jasad Chang. Tanpa pungli, tanpa uang rokok, dan tanpa birokrasi brengsek ala
Rekan-rekan kerja Chang terkejut. Sebenarnya lemari pendingin itu telah dimatikan beberapa menit setelah pintu lemari pendingin tersebut dikunci, dikarenakan perpindahan lokasi kerja yang tadi direncanakan. Artinya, sebenarnya suhu dalam lemari pendingin itu akan sama dengan suhu normal ruangan. Kenapa Chang bisa mati kedinginan dalam ruangan bersuhu kamar?
Seorang anggota tim forensik kemudian berkata. “Kasus seperti ini pernah terjadi sebelumnya. Kadang pasien memikirkan hal-hal buruk hasil imajinasi sendiri terlalu dalam, sehingga otak akan menafsirkan bahwa imajinasi itu benar-benar terjadi. Dalam kasus Chang, dia pikir dia akan mati kedinginan, oleh karena itu, reaksi tubuhnya benar-benar seperti orang yang akan mati kedinginan. Seperti denyut jantung yang terus diperlambat, pembuluh darah yang mengalir hanya disekitar jantung dan otak, dan lain-lain.”
Begitulah kawan.. Kadang imajinasi, harapan, serta kekhawatiran bisa menjadi lebih nyata dibanding kenyataan itu sendiri.
Waduh.. tadi niatnya kisah ini cuma jadi prolog doang.. taunya kepanjangan.. kisah intinya dapat ditemukan di posting berikutnya deh.. asal ada yang comment aja.. :D
Senin, 10 November 2008
Pahlawan
Dengan persenjataan yang terbatas, amunisi yang mengkhawatirkan, dan tentara yang sedikit, para pejuang Bali ini harus berhadapan dengan armada super-power milik sekutu.
Minggu, 09 November 2008
Softdrink, sahabat kita..

Jumat, 07 November 2008
Mengabaikan?
Rabu, 05 November 2008
SuRvive!!






