Rabu, 28 Januari 2009

Abis batere..

Gw males belajar..

SIMAK UI tinggal sebulan lagi. Dari beberapa minggu yang lalu, gw udah mati-matian belajar buat menyambut SIMAK UI ini..

Tapi sejak senin kemarin, rasanya udah g ada tenaga lagi buat belajar.. ga ada motivasi lagi..

Bahkan bangun jam tiga pagi pun serasa berat sekarang.. Tidak seperti dulu..

Anyway, enjoy this three post at a time..

Dead! My Chemical Romance

my favourite song this week, dead by my chemical romance




Yeah!

And if your heart stops beating
I'll be here wondering did you get what you deserve?
The ending of your life
And if you get to heaven
I'll be here waiting, babe
Did you get what you deserve?
The end, and if your life won't wait
Then your heart can't take this 

Have you heard the news that you're dead?
No one ever had much nice to say
I think they never liked you anyway
Oh take me from the hospital bed
Wouldn't it be grand? It ain't exactly what you planned.
And wouldn't it be great If we were dead? 
Ohh dead.

Tongue-tied and oh so squeamish
You never fell in love
Did you get what you deserve?
The ending of your life
And if you get to heaven
I'll be here waiting, babe
Did you get what you deserve?
The end, and if your life won't wait
Then your heart can't take this 

Have you heard the news that you're dead?
No one ever had much nice to say
I think they never liked you anyway
Oh take me from the hospital bed
Wouldn't it be grand to take a pistol by the hand?
And wouldn't it be great if we were dead?

And in my honest observation
During this operation
Found a complication in your heart
So long, 'Cause now you've got (now you've got)
Maybe just two weeks to live
Is that the most the both of you can give?

One, two, one two three four!

LA LA LA LA LA! 
LA LA LA LA LA LA!
LA LA LA LA LA LA LA!
Well come on, 
LA LA LA LA LA!
LA LA LA LA LA LA! 
LA LA LA LA LA LA LA!
Oh motherfucker, 

If life ain't just a joke (LA LA LA LA LA!)
Then why are we laughing? (LA LA LA LA LA LA!)
If life ain't just a joke (LA LA LA LA LA LA LA!)
Then why are we laughing?
If life ain't just a joke (LA LA LA LA LA!) 
Then why are we laughing? (LA LA LA LA LA LA!) 
If life ain't just a joke (LA LA LA LA LA LA LA!)
Then why am I dead?
DEAD!


Smell Like Teen Spirit!

Ketika gw bercermin, gw ngeliat diri gw sekarang. Ganteng (^^), cerdas, punya pacar yang hebat, punya temen-temen yang membahagiakan, punya tujuan yang jelas, punya ribuan fans, dan bebas dari ketakutan terhadap apapun (kecuali terhadap Dia tentunya). Keren.

Sekitar setengah jam gw bercermin. Kemudian gw tersenyum. Tahun ini benar-benar spesial. Gw telah berubah menjadi orang yang benar-benar berbeda dari gw waktu tiga tahun yang lalu. Si pecundang ga tau diri itu telah berubah menjadi sesosok mahluk 'menakjubkan' yang gw liat di cermin.

Ok, waktunya untuk sedikit flashback.

Baru sekitar tiga taun yang lalu. Waktu gw masih siswa tahun terakhir smp. Gw bener-bener masuk kategori pecundang dalam segala bidang. Mulai dari keluarga yang ga bisa memahami gw sama sekali, sampai cinta gw yang ditolak setolak-tolaknya. Semuanya berantakan. 

Masih teringat jelas hari-hari dimana gw kabur dari rumah buat nginep di gamecenter, hari-hari dimana mulai dari eyang kakung sampai sepupu gw yang paling kecil sepakat bahwa gw bener-bener anak yang 'gagal'.

Baru dua taun yang lalu. Gw yang cupu dan bernyali lemot masuk ke sarang penyamun. Kelas X-1, kelas paling ancur dan ditempati oleh banyak preman. Tebak apa yang terjadi?

Ampir tiap hari gw dipalakin. Yang mau ngobrol sama gw paling tiga-empat orang di kelas. Cewe-cewe sekelas bahkan gak kenal nama gw..

Gw makin frustasi waktu menerima kenyataan bahwa seseorang tempat bergantung gw, guru sejati gw, merupakan seorang homo dan melecehkan gw..  (ok, yang terakhir itu lebai). Gw bener-bener sendiri. Hanya gw dan satu tekad, 'gw harus berubah! gw harus jadi kuat!'

Baru satu taun yang lalu. Gw akhirnya lolos ke kelas standar internasional (cuihh..). Satu lagi kesempatan gw untuk nunjukin taring gw, satu lagi kesempatan. It's a hard road. Gw yang biasanya cuek dan dicuekin harus merangkak susah payah buat ngumpulin temen yang bener-bener temen, buat nunjukin perubahan gw ke mantan anak-anak aksel smp yang udah terlanjur mencap gw pecundang. Buat berubah! Buat berevolusi!

Dan akhirnya, disini gw sekarang.. masih jauh dari predikat 'awesome' sih, tapi tentunya sudah jauh lebih baik dari keadaan gw tiga taun yang lalu.

Dan ini masih belum berakhir! Gw bakal jadi lebih, lebih, lebih, lebih, dan lebih lagi! Gw bakal jadi orang terbaik sedunia!

Hahahahaha!!! (ketawa jahat)


Dead!

Mumpung.. cewe gw, childfilla, lagi dinas keluar kota. Maka tema yang akan gw angkat kali ini adalah kematian. (apa hubungannya coba?)

Have you heard the news that you're dead?
No one ever had much nice to say
I think they never liked you anyway
Oh, take me from the hospital bed
Wouldn't it be great if we were dead?
Dead!

Dead -My Chemical Romance

Kematian itu sesuatu yang simpel, gelap, menakutkan, dan sialnya 'pasti'. Layaknya kegelapan yang selalu menemani cahaya. Maka dalam setiap kehidupan pun selalu ada kematian. Kemanapun kau lari, dimanapun kau bersembunyi, apapun yang kau lakukan, kematian akan selalu ada.

Satu-satunya cara untuk mengatur kematianmu sendiri adalah bunuh diri. Jadi jika kau merasa statement 'bahkan kematianmu sendiri pun diatur oleh takdir' merupakan sesuatu yang memuakan, bunuh saja dirimu sendiri. Kau yang mengatur takdir, kau yang berkuasa, kau yang.. mati.

Yea.. pikiran yang bagus. Tapi bukan itu yang akan kita bicarakan.

Kenal Light Yagami? Kadang gw merasa bahwa gw dan dia memiliki kesamaan. 
Kadang jika gw memandang seseorang, ada perasaan 'that person deserve to die'. Menurut gw, hanya orang-orang yang berguna yang pantas hidup. Sementara orang-orang yang bermental pecundang, orang-orang yang keberadaannya hanya memberikan dampak buruk bagi dunia, pantas mati.

Gw memiliki teman yang bernama ronald. Ronald ini tipe orang yang 'think to fast and move to slow'. Bisa dikatakan dia setipe dengan Ari. Ronald sama-sama pendiam, tidak banyak teman, dan cenderung di Bully. Tapi Ronald tidak sekonyol 'seseorang' yang percaya pada gundam.

Pada suatu hari, gw kebetulan mencuri dengar percakapan antara Ronald dan seorang preman. Si preman meminjam handphone Ronald. HP Ronald waktu itu flexi tipe jaman batu (yang masih ada antenanya). Ketika Ronald menyodorkan HP-nya, si preman sontak berteriak, "Anjing! Hapena jeung mabet anjing!" (anjing, hapenya untuk melempar anjing) kemudian sang preman terus meluncurkan cercaan-cercaan yang tidak pantas ditampilkan disini.

Duh. Sampah banget ga tu orang? Udah mah minjem, ngehina lagi. I think, that shit deserve to die!

Bahkan kadang gw sampai pada kesimpulan 'orang bodoh pantas mati'. Supaya jelas, begini logika matematikanya:
P - 'Orang jahat pantas mati'  
Q - 'Seseorang jadi jahat karena bodoh'
P -> Q - 'Orang bodoh pantas mati'

Oleh karena itu, jika death note jatuh ketangan gw, dapat dipastikan akan terjadi pembersihan umat bodoh di dunia.

Salahkah pernyataan gw? Dimana letak kesalahannya?

Jawabannya adalah: Pernyataan gw itu salah! Salah besar! Benar-benar salah!

Mengapa? Karena setelah berpikir lebih lanjut. Sesungguhnya keberadaan penjahat dan orang bodoh tetap dibutuhkan. Tidak peduli sejahat atau sebodoh apapun mereka, tapi tiap mahluk, sekecil apapun memiliki sebuah peran dalam chronicle of life! (pemikiran diinspirasi oleh Gandalf, the white wizard)

Contohnya adalah gw sendiri. Jika saja waktu kelas X gw ga pernah di bully, tentunya gw ga bakal jadi sekeren sekarang! (narsis mode: on, yang mw lempar tomat dipersilahkan)
Yea.. berkat hinaan, palakan, deraan, cacian, serta kesakitan yang gw dapat dari para preman-preman kelas waktu itu, gw terdorong untuk berubah. Untuk menjadi lebih kuat, lebih berani, lebih ganteng, dan lebih madu (garingg..).

Jadi, jika kebetulan kalian kejatuhan death note. Pikirkan dua kali sebelum mulai mencoret nama orang-orang bodoh di note kalian..

Regards!
(nulis apa sih gw? =_=a)

Jumat, 09 Januari 2009



















Gw sibuk. Beberapa minggu terakhir ini banyak banget kegiatan yang sangat menarik yang bikin gw lupa sama blog. Bahkan sempat terlintas keinginan untuk meninggalkan dunia blogger karena kesibukan gw yang ga bisa ditoleransi lagi.

Tapi, kemarin gw iseng-iseng buka blog gw dari sejak postingan pertama banget sampai yang terbaru kemarin.

Gokil sih. Gw ketawa-ketawa dan merenung-renung karena baca tulisan gw sendiri. Dan akhirnya gw sadar bahwa gw adalah penulis yang sangat berbakat.
*dilempar sendal*

Intinya, gw sadar bahwa dunia blogger bikin gw punya pengalaman baru yang sangat berharga. Gw juga bisa ketemu temen-temen yang unik disini. Freak, Arch Uria, Dzury, Gatel Garuk A.K.A. Johanis, Cakra, dan banyak lagi yang lain.

Dan gw sadar. Dunia Blogger terlalu menyenangkan untuk ditinggalkan.

Djakarta, 17 Agoestoes 1945

Salman Firdaoes

Ok, cukuplah prolognya.

Gw tidak terlalu hebat dalam menghapal. Ulangan biologi, agama, atau pelajaran hapalan lainnya tidak pernah bisa gw kuasai dengan baik. Tapi gw masih inget satu hal. Ada salah satu pasal di Undang Undang Dasar yang menyatakan begini:

"Setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan." 

Peryataan diatas berarti setiap warga negara, baik anak direktur, anak pejabat, anak pegawai negeri, sampai anak pengangguran seharusnya memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi civitas akademia.

Tapi menurut gw, pasal ini irrelevan dengan keadaan yang terjadi sekarang.

Orang-orang kaya bisa memperlebar kesempatan mereka dengan cara mendaftar sebanyak-banyaknya di universitas yang mereka mau. Sementara orang miskin, bisa mendaftar di satu universitas saja sudah untung.

Apa ini yang disebut persamaan hak?

Ok, gw perjelas. Kita anggap kans masuk ke universitas itu sama, 5%. Berarti orang miskin yang mendaftar di satu universitas memiliki kans 5%. Sementara orang kaya yang mendaftar di lima universitas bisa menggandakan kansnya menjadi 25%.

Apa itu yang disebut persamaan hak? Kan gak adil?

Yea.. untungnya gw cukup beruntung untuk tidak miskin. Tapi kalo ngebayangin nasib orang-orang miskin.. miris juga..

What do you think, guys?